BRENGSEK…!!!

Manis di mulut…

Belakangan gw agak emosional, banyak perkara yang bikin gw jadi begini, dan yang terakhir emang bener-bener bikin kesabaran gw hilang, suatu hal yang jarang sekali terjadi….dan kalau sampai terjadi, biasanya ada hal mendasar yang jadi alasannya

Yah, cerita tentang beberapa teman yang gw anggap deket, baik, bisa dimengerti dan mengerti gw cukup dalam, ternyata nggak bisa membuktikan konsistensinya dalam sikap.

Sebagai seorang teman, sewajarnya menurut gw kalau ada hal-hal yang nggak berkenan untuk langsung di sampaikan, ataupun kalau gw masih sanggup menyimpan perasaan dengan melumurinya dengan kesabaran, selama nggak berlarut-larut..masih okelah.Tapi kalau selama didiamkan perilakunya nggak berubah, malah makin menjadi…gw pasti nggak akan diem lagi, gw pasti akan bicara, dan kali ini gw merasa bicara gw cukup terlambat dan nggak bermanfaat, malah gw mulai mikir bahwa sekarang pertemanan gw juga sama sekali bermanfaat karena endingnya adalah permusuhan…

Dua orang dari sekian teman baik gw, ternyata sudah merusak nilai pertemanan yang selama ini masih gw jaga, mereka dengan kasus yang berbeda-beda sudah berhasil membuat gw mengeluarkan kata-kata ‘kasar’ yang seumur hidup Cuma 2 kali gw ucapkan….dan akhirnya setelah kejadian waktu itu, gw harus mengucapkannya lagi dengan hati berbalut emosi….

‘BRENGSEK’…itu kata-kata yang gw ucapkan di sms penutup komunikasi gw dengan ke dua orang teman gw itu, kata-kata yang amat sangat ‘pantang’ di ucapkan seenaknya dan termasuk kata-kata ‘kotor’ di dalam kamus hidup gw, tapi rasanya nggak ada kata-kata yang lebih baik dari kata itu saat menghadapi kasus  kemarin dulu …

Kenapa juga gw harus ngucapin/ngetik kata-kata begitu ya?, kemarin gw mulai mikir lagi, telusuri balik semua kejadian yang mendasari peristiwa menjengkelkan tersebut, dan di saat yang sama bermunculanlah sekian banyak ‘replay’ dan cuplikan videoklip kejadian-kejadian yang lampau…hal-hal yang baik, manis dan juga hal-hal yang menjengkelkan, bahkan yang nggak masuk di akal…

memiliki seorang temen, yang bukan cuma sekedar temen sharing, tapi juga curhat tentang segala macam hal dalam hidup gw, bahkan hal-hal yang gw nggak pernah ceritakan kepada siapapun, masa lalu gw, keadaan sekarang, harapan-harapan gw dulu dan sekarang, hampir semua….dan selama masa pertemanan itu, kami berkomunikasi dengan intensitas tinggi, gw merasa mendapatkan penghargaan hidup yang sangat berarti karena kesempatan seperti itu.

Tapi itu ternyata hanya menurut kacamata dan perasaan gw aja, belakangan gw mulai ngerasa ada yang aneh…., aneh karena kalau kami berkomunikasi dengan berbagai media yang ada dan memungkinkan, langsung maupun melalui dunia maya, lewat media blog atau social network lainnya, ternyata status gw itu ‘ngga ada’ di medianya, artinya, gw bukan contactnya, gw bukan orang yang terlihat oleh orang lain sebagai temennya…, koq aneh?…gw coba untuk mencari tau, ada banyak hal bisa jadi alasannya, kan? Iya, tapi itu mengusik dan mengganggu gw juga akhirnya

Sebagai penjelajah setia dunia maya, gw berhasil mengumpulkan dan memperhatikan perilaku temen yang satu ini, dia smart,pemikirannya ok, tulisan-tulisannya bagus, dan temen-temennya cukup banyak, komentar-komentarnya juga di sukai temen-temen lain…bahasanya santun dan cukup sopan, standarlah menurut bahasa pergaulan pada umumnya..contactnya juga cukup banyak, dan ada beberapa yang menjadi contact gw juga…tapi yang aneh, gw tetap nggak ada [lagi] di daftar contactnya….di FB juga request contact gw nggak pernah di approved…gw mulai berpikir terbalik, mungkin gw yang bermasalah sehingga orang terhormat seperti dia menolak untuk menjadi contact gw yang ‘notabene’ termasuk dalam golongan ‘mahluk unik’…tapi, gw juga tau bahwa dia punya juga temen-temen yang lebih ‘unik’ dari gw…so what’s wrong with me?

Akhirnya, setelah gw coba tanyakan hal ini langsung, kami terlibat pertengkaran, pertengkaran yang konyol dan stupid menurut gw, karena disitulah akhirnya gw tau kalau semua pembicaraan gw, cerita gw, dan curhatan gw..jadi bumerang buat gw sendiri, dari situlah gw tau kalau ternyata gw bukan ‘mahluk unik’ seperti yang lain bagi dia…tapi justru jadi ‘mahluk asing’ atau bahkan mungkin bukan mahluk apa-apa bagi dia….gw ternyata cuma jadi media coba-coba, pengisi keingintahuannya aja…dan gw jadilah cuma seonggok benda asing yang nggak jelas mau diapain dan nggak perlu lagi dipikirin…dan gw kecewa, karena gw mempercayakan cerita hidup gw ke orang yang gw yakini akan jadi temen yang baik bagi gw, tapi kenyataannya gw cuma sebuah bahan eksperimen aja….

Brengsek!! (kata-kata itu terlintas lagi di pikiran gw barusan, setelah mengingat kejadian yang lalu….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s